Senin, 15 Januari 2018

Permainan Tradisional

Bentengan

Bentengan adalah permainan tradisional dari Jawa Tengah selanjutnya. Bentengan dimainkan oleh dua grup, masing-masing grup memiliki 4 sampai 8 orang anggota. Nah masing-masing grup ini punya “benteng” sendiri-sendiri. Benteng bisa berupa sebuah tiang, batu, ataupun pilar.
Cara bermainnya adalah saling menyerang antar grup. Tujuannya adalah mengambil alih “benteng” grup lawan. Mengambil alih “benteng” bisa dilakukan dengan cara menyentuh tiang ataupun pilar yang menjadi markas dari grup lawan dan meneriakkan kata “benteng”.
Selain mengambil alih benteng, kemenangan juga bisa diraih dengan cara menawan seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Nah nantinya di akhir permainan, ditentukan siapa yang menjadi “penawan” dan siapa yang menjadi “tertawan”. Penentuan siapa yang jadi “penawan” dan siapa yang jadi “tertawan” dilakukan saat si “penawan atau “tertawan” menyentuh “benteng” mereka masing-masing di saat akhir permainan.
Orang yang berhak menjadi penawan adalah orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh benteng. Penawan tersebut bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan dan menjadikan tawanan. Anggota lawan yang menjadi tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan bisa bebas asalkan rekannya dapat menyentuh dirinya.
Permainan benteng sebenarnya sangatlah bagus jika dimainkan oleh anak-anak. Selain dapat meningkatkan rasa sosial anak, permainan benteng juga dapat melatih anak dalam menyusun strategi. Karena pada dasarnya dalam bermain benteng tiap grupnya selau punya taktik sendiri supaya bisa menjadi pemenang. Tiap anggota biasanya punya tugasnya sendiri, seperti ada yang jadi “penyerang”, “mata-mata”, “pengganggu”, maupun ada pula yang menjadi penjaga benteng.