Severinsky merupakan seorang ahli mesin dan pengusaha yang hijrah dari Uni Soviet (saat itu) ke Amerika Serikat. Penemuannya pertama kali dipresentasikan di James Clarck School of Engineering di Universitas Maryland pada 1980-an.
Hasil penemuannya tersebut juga mengangkat namanya dalam jajaran penemu dan akan dilantik sebagai Innovation Hall of Fame di Universitas Maryland pada 30 Oktober mendatang.
Sementara gelar Doctor of Philosophy (PhD), diraih di Institute for Precision Measurements in Radioelectronics and Physics Moskow.
Saat menemukan teknologi hybrid, dia berkesimpulan bahwa membuat mesin mobil yang sepenuhnya digerakkan dengan listrik, untuk saat ini, sangat sulit karena melibatkan komponen yang sangat kompleks dan mahal. Sementara yang paling realistis adalah membuat mesin mobil yang dijalankan dengan kombinasi motor listrik dan mesin bakar konvensional.
Kontribusinya dalam menciptakan energi alternatif sudah dimulai sejak 1986, bergabung dengan tim dari Maryland Technology Enterprise Institute (Mtech), dia membuat sumber energi listrik yang diguanakan sebagai power suplay pada komputer. Dilanjutkan dengan tim berbeda namun lasih dengan kampus yang sama, membuat teknologi yang dinamakan Power-Assisted Internal Combustion Engine (PAICE), untuk membuat mesin bakar konvensional yang sudah dikombinasikan dengan motor listrik.
Pada 1992 dia sudah mematenkan penemuan teknologi hybridnya. Kemudian pada 14 Oktober 1999, bentuk fisik dari mesin teknologi Paice yang sudah digunakan pada mobil Cadillac Coupe, didemonstrasikan di Detroit. Severinsky berhasil membuktikan bahwa mesin tersebut dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar. Saat diuji coba di perkotaan, konsumsi bahan bakarnya berkurang hingga 50 persen.
Melihat penemuannya, produsen mobil Amerika dan Jepang mulai tertarik. Namun mereka lebih memilih untuk mengembangkannya secara mandiri. Saat Toyota mulai memperkenalkan Prius, Severinsky berjuang untuk mempertahankan hak patennya. Dia sempat memenangkan kasus ini pada 2005, namun proses pengadilan masih berjalan hiingga saat ini.
Toyota diharuskan membayar kerugian kepada Severinsky senilai USD4,23 juta atas hak patennya. Namun pengadilan distrik di Utara Texas dalam persidangan beberapa waktu lalu, tidak menyetujui jika pembayaran paten dikenakan pada seluruh model Toyota yang sudah menggunakan hybrid. Akhirnya Toyota diharuskan membayar salah satu dari tiga model hybrid, yaitu Prius II, highlander, dan Lexus RX400H yang telah terjual. Dari setiap mobil yang terjual, Toyota membayar USD25 atau sekira Rp250.000.









